RESTORATIVE JUSTICE DI SETUJUI KEJAKSAAN AGUNG, KEJAKSAAN NEGERI MUNA HENTIKAN PENUNTUTAN

Rabu 2 Februari 2022, Usulan Restorative Justice (RJ) Kejaksaan Negeri Muna terhadap perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan tersangka Roni Kolowai terhadap istrinya, Ruflia mendapat persetujuan dari Kejaksaan Agung.

Dengan adanya persetujuan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Bapak Agustinus Ba’ka Tangdililing, S.H., M.H. mengeluarkan surat penetapan penghentian penuntutan dengan nomor TAP-01/P.3.13/Eku.2/01/2022.

Status tersangka yang disandang Roni pun langsung dicabut. Hal tersebut ditandai dengan pelepasan rompi tahanan yang dikenakan tersangka oleh Kajari Muna, Rabu (2/2/2022).

“Usulan RJ telah disetujui pimpinan di Kejagung, maka dengan ini saya mengeluarkan surat penetapan penghentian penuntutan,” kata Kajari Muna.

Kajari Muna mengatakan, penghentian penuntutan melalui RJ merupakan pertama di Kejaksaan Negeri Muna. Namun, surat penghentian itu dapat dicabut kembali, apabila yang bersangkutan (Roni) mengulangi perbuatannya dan didapatkan bukti-bukti baru.

“Kita berharap mereka hidup rukun. Bila ada perselisihan, harus diselesaikan secara baik-baik, bukan dengan kekerasan,” pintanya.

Senada, Kasi Pidum Kejari Muna, Agus R Sanjaya, S.H., M.H. mengatakan, RJ yang dilakukan terhadap perkara KDRT itu sesuai dengan Peraturan Kejaksaan (Perja) Nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Pelaksanan RJ diawali dengan mediasi perdamaian antara tersangka dan korban yang diproses dalam jangka waktu 14 hari.

“Prosesnya kita lalui semua. Alhamdulillah, usulan RJ melalui Kejati disetujui oleh pimpinan di Kejagung,” ujarnya.

RJ tidak dilakukan pada semua perkara. Tetapi pada perkara yang tersangkanya baru pertama kali melakukan tindakan pidana, ancaman pidana tersangka tidak lebih dari lima tahun dan tidak menimbulkan kerugian materil lebih dari Rp 2,5 juta.

Sementara itu, Roni menyampaikan terima kasih terhadap Kejaksaan Negeri Muna yang telah membantunya menyelesaikan perkara rumah tangganya, hingga tidak sampai pada proses penuntutan di Pengadilan Negeri (PN). Ia berjanji, tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan kembali hidup rukun bersama istrinya.

“Kejadian ini yang pertama dan terakhir. Saya akan kembali bersama istri untuk membina mahligai rumah tangga,” tukasnya.

Sementara itu, Roni menyampaikan terima kasih terhadap Kejaksaan Negeri Muna yang telah membantunya menyelesaikan perkara rumah tangganya, hingga tidak sampai pada proses penuntutan di Pengadilan Negeri (PN). Ia berjanji, tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan kembali hidup rukun bersama istrinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2022: KEJAKSAAN NEGERI MUNA | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress